Anak Radio

Anak Radio

Kegilaaan itu muncul saat selalu menghabiskan waktu di kamar kost dengan mendengarkan radio atau saat pulang dari kampus dengan menggunakan metromini dan walkman merek Sony di telinga , walkman itu dulu sudah hits banget dan termasuk barang mahal untuk ukuran anak kost”

Tahun 1997 an siapa anak muda Jakarta yang gak dengarin duetnya Irfan dan Angga , atau suaranya Fla Pricilla serta candaanya Becky Tumewu di Radio Prambors. Jam siaran mereka adalah penyemangat hari hari aku di sumpek nya kota Jakarta.

Terobsesi sebegai menjadi penyiar sebenaranya sama sekali tidak ada di pikiranku saat itu, tetapi membayangkan gaya mereka berbicara di depan microphone kok malah membuat pikiran ku melayang kalau dunia penyiaran itu adalah hal ke dua yang paling nikmat didalam hidup ini setelah hal pertama ternikmat adalah menikah.

Setelah masa kuliah kelar, mencoba untuk liburan dan kembali ke Sumatera, dengan modal gaya ngomong ala Jakarta nekad untuk iseng iseng mencoba menjadi penyiar radio di Pematang Siantar (kampung halaman). Interview pertama dan kedua lolos dan dalam hitungan minggu setelah kembali dari Jakarta aku sudah menjadi seorang penyiar radio, bayangkan tanpa ada training khusus penyiaran.

Beberap bulan di radio tersebut adalah pengalaman pertama, pertama sekali mengoperasikan mixer, berbicara di depan microphone dan menyapa pendengar dengan lagu lagu bagus. Beberapa bulan berlalu, sepertinya aku tidak akan berkembang dengan cepat jika harus bertahan di sana, dengan modal percaya diri mencoba apply ke radio lain di salah satu radio group ternama kota Medan. Test nya saja sampai 4 kali, dari 200an pelamar diciutkan sampai menjadi 6 orang dan 6 orang itu salah satunya adalah aku J. (Kok masuk jadi penyiar aja sama susahnya seperti masuk ABRI)

Dari sini masalah mulai besar, tak pernah sejarahnya ibu dan ayahku membiarkan aku untuk menekuni dunia penyiaran, buat mereka itu hanya hobby dan hanya main main saja. Kertas bukti transferan bank ke rekeningku saat aku masih kuliah selalui menjadi senjata ibu ku untuk segera meninggalkan dunia siaran. “bagaimana kamu bisa membalas mau bayar uang kuliah yang sudah kamu habiskan ini ke Ibu kalau pekerjaanmu hanya sebagai penyiar” kata kata itu nyaris setiap hari aku dengar dari mulut Ibuku.

Ceritanya saat itu aku galau, walau sudah dipercaya untuk ngurusin music di radio tersebut dan punya beberapa program yang di produserin dan dijual sendiri tetapi sepertinya kata kata ibu lebih membuat aku untuk segera melupakan dunia radio. Keputusan pun aku buat, hengkang dari salah satu radio Group ternama Kota Medan itu. Tujuannya adalah kembali ke Jakarta dan mencari kerja disana padahal aku juga belum tau akan kerja apa dan dimana.

Singgah di Kota Batam adalah pilihan terakhir sebelum ke Jakarta, tujuannya adalah liburan kerumah kakak aku. Tetapi apa yang terjadi, rencana liburan berubah menjadi rencana mencari kerja dan tetap mencari lowongan di Radio.

(Dulu) Bangga menjadi bagian Group ini!

Deangan proses interview, jam terbang dan test suara, saya langsung diterima di salah satu radio group juga di Kota Batam. Dari awalnya menjadi seorang Penyiar, Produser , Music Director sampai terakhir menjadi Program Director. Mentok !

Di Kota Batam saya lebih mengenal dunia broadcasting seutuhnya, Siaran bareng dengan Radio Pratner di Singapura, Belajar dan Visit ke Mediacorp Singapura, Bagaimana membuat program radio yang creative dan menjual, menjualnya ke brand dan mengeksekusinya dalam bentuk live show, Lead penyiar dan creating event juga!, aku merasa sangat kreatif disana dan aku banyak dapat duit saat itu dengan menjadi creative dan producers,  selain tentunya hari hari yang selalu di isi menjadi Master of Ceremony dari banyak Perusahan di Kota Batam.

Pergaulan yang sangat bebas, tidak mengenal waktu kerja, Kehidupan malam juga tidak bisa dihindari, kadang harus menjadi host di berbagia Pub atau café sampai dengan dini hari yang diakhiri dengan minum minuman keras ( maaf, ini contoh yang tidak baik). Dan sampai akhirnya saya harus masuk rumah sakit selama 1 minggu lebih karena terserang penyakit lever sangat akut. Pengaruh minuman,kurang istirahat dan tidak menjaga pola hidup sehat. Apakah membuat aku jera ? belum….

Mencari uang dengan cara membawa acara Nge MC adalah satu cara yang sangat cepat dan aman, hanya butuh beberap jam mengoceh aku sudah bisa membawa uang ratusan bahkan jutaan sehari. Hal ini yang membuat sangat susah untuk keluar dari dunia Radio dan MC.

Hingga suatu saat saya bergabung dengan salah satu Event Organizer Milik penulis kondang Jaya Setiabudi “ Penulis buku – The Power of Kepepet, Kitab anti bangkrut, Founder Yuk Bisnis.com” dan saat itu aku menjadi freelance Marketing dan Event disana. Kedekatan dengan Mas Jaya adalah karena lebih dari satu tahun bersama beliau aku mengasuh satu program on air bernama Enterpreneur Forum, satu acara interaktif dan tips untuk menjadi entrepreneur sejati. Tamu tetap aku selama setahun lebih itu selain Jaya Setiabudi adalah Ippho Santosa ( sekarang beliau sudah super kondang dengan buku : Hanya 2 Menit, 7 keajaiban rezeki, 13 wasiat Terlarang, Hot Marketing, Moslem Millionaire dan lain lain).

Masih ingat dulu saat Mas Ippho mengeluarkan buku pertamanya “Marketing With Love” dengan konsep buka dan CD ( setiap pembelian buku Marketing with love akan mendapatkan CD Gratis yang berisikan satu drama/percakapan mengenai Konsep Marketing With Love seutuhnya), dan ada rekaman suara aku di CD itu dan ikut juga membantu proses recordingnya di studio..#mudahmudahan Mas Ipho masih Ingat aku J

Kecintaan dengan dunia radio dan MC membuat semakin lupa dengan usia yang semakin bertambah, prinsip bertahan diradio mulai tergoyah saat mendapat tawaran dari salah satu Manager Sales (perusahaan Telekomunikasi di Batam) untuk menjadi staff marketing. Beliau sudah sangat familiar dengan aku karena nyaris setiap activity perusahaan tersebut aku selalu menjadi Host nya, sampai sampai MC harus keliling 11 pulau di sekitaran Batam aku jalanin dengan bayaran yang menggiurkan walaupun memang sangat tersiksa karena banyak menghabiskan waktu di perahu kecil untuk menyebrang dari  satu pulau ke pulau yang lain. Semua activity membuat semakin dekat dengan atasan atasan yang ada di kantor telco tersebut.

Sampai akhirnya aku di hire sebagai staff marketing dan aku pun pamit dari dunia penyiaran, tetapi bukan dari dunia MC ! Pikiran aku bekerja sambil Nge MC bisa diatur waktunya, beberapa bulan aku bisa melaluinya, bahkan sering berbohong untuk tidak masuk kantor dengan alasan alasan tidak jelas padahal hanya karena ada briefing dan GR untuk satu event diluar sana. Kebohongan pun terkuak seiring dengan pekerjaan mulai diterlantarkan dan mendapat complain besar dari atasan, dengan nada meninggi akhirnya atasanku memberikan pilihan buatku “ keluar dari perusahaan jika masih terus aktif MC di luaran”. Pilihan yang sangat berat dalam hidupku. Satu sisi masih sangat membutuhkan MC karena gaji seorang staff yang baru masuk tidak akan cukup untuk hidup di Batam (maklum saat itu biaya gaul nya lebih besar  dibandingkan dengan biaya untuk menabung, Tetapi jika dipikir pikir dari sisi lain aku juga membutuhkan pekerjaan tetap untuk karier kedepannya.

Saat itu aku benar benar super galau dengan pilihan tersebut, yang membuat aku semakin bingung adalah pilihan itu datang disaat yang tidak tepat, disaat aku sudah deal dengan salah satu event Organizer Jakarta untuk nanti  membawakan sebuah acara Konser Glenn Fredly di Batam yang disponsori oleh salah satu perusahaan rokok.

Seperti liriknya Glenn Fredly….#Berat Bebanku# Dengan berat hati juga dan dengan nada yang sangat merendah, aku menghadap atasanku untuk meminta izin Nge MC untuk satu kali itu saja dengan iming iming  memberikan 2 tiket VIP untuk atasanku. Dan ku berhasil!Berjanji didepannya kalau itu adalah Nge MC terakhirku diluaran dan aku akan focus ke pekerjaan.

Dan Finally malam itu adalah malam yang terakhir untuk aku berada diatas panggung MC Batam. dihadapan banyak orang,dihadapan atasanku, kusampaikan beberapa kata sebelum acara dimulai….

Selamat Malam….Bla…Bla…Bla…dan malam ini special loooo , Boss saya juga sedang menonton acara ini, Ini MC terakhir saya Pak…Janji !!…..itu adalah ucapan yang membuat aku menyerah dari perang !!….dan malam itu  acarapun berjalan dengan sempurna ditengah kegalauanku.

Memilih dua pilihan penting memanglah tidak mudah, tetapi aku sudah pernah melewati pilihan berat itu. Aku tidak salah pilih, Sampai sekarang aku masih bekerja diperusahan Telekomunikasi terbesar ke 2 di Indonesia dan melalui beberapa department dengan ilmu ilmu yang tidak bisa diukur dengan uang. Bisa mengidupi keluarga,membantu orang tua – membiayai perobatan Ayah dan Ibuku , menabung dan merencanakan liburan! Dan terpenting masih bisa menyalurkan ilmu Public speakingku ( MC) di lingkungan acara kantor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *