Bersepeda di Simeulue

Bersepeda di Simeulue

Rasanya hampir semua pantai di pulau ini bagus, takjubkupun terhenti saat melihat sepasang anak kecil mengayuh sepedanya menyisiri pantai. Kadang mereka berlari, mengayuh sepedanya dan berlari lagi. Tak ada pusat permainan canggih seperti di mal mal disana, tetapi mereka bersyukur punya sepeda mini dengan boncengannya. Mereka juga tak punya lapangan luas tetapi mereka punya pantai indah tak terbatas. Melihat gedung tinggi pun hanya di televisi, tetapi mereka bisa melihat cemara indah berbaris bak sebuah garis.Mereka belajar menghibur diri dengan mencari kesenangan sendiri, sebab masing masing punya cara untuk menikmati hidup, karena kadang sederhana dan kemewahan bisa berbeda tipis jika kita tau arti optimis…

Tak banyak penumpang didalam pesawat yang membawaku menuju salah satu pulau terluar Indonesia ini, Simeulue. Deru pesawat ATR berbaling baling milik Lion air group itu serasa tak terdengar saat dari balik kaca jendela kuintip gugusan pulau yang banyak dengan riuh ombak memecah pantai, terlihat putih   berbuih.

Selamat datang di kota Sinabang, Ibu kota Kabupaten Simeulue. Sebuah pulau terpencil yang damai. Sudah banyak resort yang dikelola dengan baik dan meyebar disetiap sisi pantai, pun banyak hotel hotel kecil yang dibangun di dalam kota. Ranu adalah salah satu pemilik resort dengan nama Ranusurf. Bang Ranu adalah sosok yang sangat meyenangkan hingga banyak wisatawan mancanegara yang berburu ombak bisa tinggal berlama lama di penginapannya yang sederhana tetapi selalu menjadi favorit disana.

Berlokasi di pinggir pantai, punya ombak bagus, makanan seafood segar super enak dengan chef handal membuat Ranusurf menjadi idola. 4 hariku disini tak cukup, berkeliling di sepanjang perjalanan dari desa desa pinggir pantai ditemani debur ombak dan pepohonan kelapa menjulang tinggi, tinggi sekali.

Menyewa sepeda sepeda motor adalah cara terbaik untuk bisa leluasa, sebab tak ada kemacetan serta lampu merah juga hanya satu dua. Bule bule dengan ikatan papan surfing disisi kanan sepeda motornya sudah menjadi pemandangan yang tidak istimewa, mereka selalu mencari pantai yang punya ombak tinggi dan bukan melulu berpasir putih.

Jika kesini, singgalah ke bebera resort yang menjual pemandangan pantai bagus, seperti Aura Surf, Mahimahi, Moon Beach termasuk juga Ranu Surf tempat saya menghabiskan bayak waktu selama dipulau surganya peselancar ini.

Rencanakan liburan yang tak biasamu kesini, Dari kota Banda Aceh, bisa menggunakana mini bus travel, mobil pribadi dengan waktu tempuh sekitar 8-9 jam untuk sampai di Pelabuhan Labuhan Haji – Aceh Selatan. Selanjutnya menyeberang dengan kapal feri ke Pelabuhan Sinabang – Simeulue, sekitar 10 jam dengan kapal lambat atau ada pilihan lain yaitu menggunakan kapal cepat sekitar 4 jam. Sedangkan yang dari dari Medan, bisa langsung menuju Singkil – Aceh Selatan, kemudian menyeberang ke Sinabang sekitar 10 jam dengan kapal feri lambat. Atau begini, yang parno dengan berlama lama diatas kapal penyebrangan dan  yang mau lebih simpel dan cepat, naik pesawat saja, tiketnya tidak terlalu mahal 300 – 500 ribu saja,  Wings Air terbang dari Kualanamu ke Simeulue 3 kali dalam seminggu ( Selasa, Kamis, Sabtu). Selamat berpetualang!

Oke, Sebab sejujurnya saya tak bisa surfing, maka sebaiknya saya lanjutkan kembali bermain sepeda dengan dua bocah anti pesimis ini!…..kejar.

 

2 thoughts on “Bersepeda di Simeulue

  1. Kapan-kapan main ke Simeulue lagi ya kak. Salam rindu dari kami semua, siswa siswi SMAN 1 Sinabang.

    1. Hi Adinda..terimaksih sudah mampir, Iya nih…nantikita jadwalin lagi yaaa, salam untuk teman teman di Simeulue

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *