Family Backpacker Kuala Lumpur

Family Backpacker Kuala Lumpur

“ Jadi aku bawa ransel sendiri, dan kak Nadine juga bawa ransel sendiri pa ?” Itu adalah kalimat yang diucapkan oleh Regan, anak laki laki ku paling bontot. Kita sepakat merencenakan perjalanan dengan gaya bekpekeran mengingat ke dua anakku sudah beranjak besar. Nadine yang sudah kelas 6 SD dan Regan sudah kelas 3, kuyakinkan sudah bisa anteng berjalan sendiri tanpa harus di gendong dan merengek. Februari 2019 kita iseng booking tiket Air Asia tujuan Medan – Kuala Lumpur – Medan. Belum kepikiran sama sekali akan kemana saja saat di Kuala Lumpur. Dan gak terasa sudah November dan cerita bekpekeran pun dimulai.

Nadine dan Regan begitu exiting saat pagi itu akan berangkat ke Kualanamu, malamnya mereka menyusun dan menghitung jumlah baju yang akan mereka bawa, sepatu kets satu saja, bawa pakaian secukupnya karena kita tidak membawa koper dan tas, hanya modal ransel masing masing. Air Asia membawa kami landing dengan smooth di Kuala Lumpur International Airport. Bergegas keluar dari pesawat menuju counter imigrasi, antrian tidak terlalu panjang sebab keberangkatan kami saat itu bukan hari libur atau weekend. Melalui couter imigrasi sekitar 15 menit langsung menuju bus station di basement bandara. Hari sudah mulai gelap sekitar jam 6 sore, beli tiket bis menuju KL Central, pusat transportasi terpadu ke semua titik tujuan di kota Kuala Lumpur. 50 an menit menggunakan bis, akhirnya kita tiba di KL Central. Melihat Nadine dan Regan mulai lelah, aku putuskan kita naik Grab saja menuju hotel tempat kita menginap di daerah Bukit Bintang.

Hotel hari pertama kita adalah Travelogue, hotel ini khas untuk bekpekeran, berada di jantung keramaian Bukit Bintang dan lebih tepatnya lagi, hotelnya nyempil di atas gedung Starbuck Bukit  Bintang. Hotel ini sudah aku booking jauh hari by Traveloka. Aku ambil family room, 2 tempat tidur besar seharga 400 an ribu. Hotel yang tidak terlalu besar ini lumayan bersih, designnya juga minimalis khas bekpekeran. Jangan heran, karena lokasinya persis di dekat Starbuck Bukit Bintang, saat malam tiba kamu akan sayup sayup mendengarkan suara orang ngamen di pinggir trotoar layaknya seperti show case konser. Seru…tapi sepertinya kita putuskan nginap 1 malam saja disini, sebab Nadine bilang “ Pa, boleh gak besok kita pindah hotel saja, yang kamar mandinya agak besar”. Oke! Hari itu makan malam ditutup di TGI Fridays Bukit Bintang.

Hari ke dua kita pindah hotel, tak jauh dari Travelogue, masih di deretan bukit bintang, persis di belakang jalan Alor, kuliner 24 Jam di Kuala Lumpur. Hotel hari kedua kita adalah Royal Chulan Bukit Bintang. Hari itu kita  rencanakan memang hanya sighseeing dipusat kota. Seperti biasalah mengunjungi Petronas Twin Towers dan mencoba petualangan masuk ke Aquarium Petronas Twin Towers, Lumayan seru dengan koleksi biota laut yang sangat beragam, walau tiket masuk lumayan mahal, tapi anak anak happy dan menikmati perjalanan selama di lingkungan aquarium. Perjalanan dilanjutkan lagi ke Mid Valley, biasalah menemani Lia (istri) ku  beli sesuatu, gak perlu banyak tanya mau beli apa, ikutin saja, entar juga paham sendiri jika sudah tiba disana, jatuh nya juga kalau gak sepatu, ya tas.

Sore kita kembali ke hotel, dan kita putuskan makan malam di hotel. Btw, makanan dari restoran Royal Chulan ini lumayan enak banget, selama kita di Kuala Lumpur, ada 3 kali kita pesan makanan dari restoran hotel ini. Very recommended sih!

Hari ke tiga harusnya kita akan berangkat ke Genting, paling tidak bisa stay 1 malam di Genting Highland, kita voting ber empat dan aku kalah, Nadine dan Regan serta Lia memutuskan tidak mau ke Genting, dengan banyak alasan, ada yang bilang males karena jauh, ada yang bilang takut naik cable car, dan  yang paling kocak adalah alasan Regan, “ Pa, mending kita di hotel aja seharian, bisa berenang, makan, main game dan nonton” ……OK fix, aku ngalah walaupun sebenarnya aku juga lumayan malas jika harus ke genting, sebab minggu lalu juga baru dari sana bersama teman sekantor untuk urusan pekerjaan. Akhirnya hotel kita extend. Breakfast di hotel ini lumayan lengkap dan banyak pilihan, paling tidak saya menghabiskan 7 donat saat breakfast dan 2 gelas susu segar. Selesai breakfast saatnya menemani Lia mengelilingi pusat belanja di sekitar Bukit Bintang. Anak anak sepakat stay di hotel dengan bekal banyak cemilan dan wifi yang kencang. Perjalanan mulai dari Sungai wang sampai tempat tempat belanja yang aku gak paham lagi namanya apa, check list nya Lia terlalu banyak, jadi bingung niatnya mau jalan jalan tapi titipan orang orang juga banyaknya lumayan..tapi sudahlah, jadilah tour guide yang baik, siap membawa Lia kemanapun yang dia mau dan mengangkat belanjaannya yang banyaknya aduh.

Kelar urusan perbelanjaan, kita kembali ke hotel sebelum makan siang. Makan siang di hotel kembali dan sudah janjian menemani Nadine dan Regan berenang di kolam renang hotel. Istirahat di hotel sebentar dan kita lanjut perjalananan menuju Batu Caves, tidak telalu lama disini karena lumayan panas terik. Berkeliling melihat Kuil Hindu dan bermain dengan ratusan burung merpati. Dilanjutkan  sore hari kita menuju Pavilion. Makan malam disana sembari mencari alat tulis  dan kotak pensil lucu Nadine yang katanya tokonya cuma ada di sini, haddeeeh ribbet amat punya anak perempuan, but I love her! Buat anak anak senang ya emang tujuan perjalanan ini.  Selesai urusan keperluan Nadine dan Regan, ingin rasanya belikan sesuatu yang Lia suka, membawanya ke satu counter tas di Pavilion dan membiarkannya memilih yang dia suka. Yah sebagai kado ulang tahunnya dan ulang tahun perikahan kami lah yang tepat jatuh bersamaan ditanggal 1 Desember. Tas di angkut, abang yang bayar! Hahahahh. Tengah malamnya kita coba jalan  kaki ke Alor Street menikmati makanan laut disana. Hanya butuh waktu 5 menit saja berjalan kaki kita sudah tiba di pusat kuliner serba ada ini. Kembali ke hotel untuk beristirahat.

Hari ke empat kita putuskan berleyeh leyeh di hotel, bangun juga jam 9 pagi, langsung breakfast dan berleyeh leyeh lagi. Hari itu kita sepakat untuk beli oleh oleh makanan, meluncur ke Central Market pusat oleh oleh makanan di Kuala Lumpur dan seperti biasa Nadine dan Regan selalu mencari pernak pernik unik yang katanya untuk oleh oleh teman se sekolahnya. Okelah. Karena itu adalah malam terkahir kita di Kualalumpur, sore menjelang malam, kita memang sudah rencanakan berkunjung ke apartemen saudara dari mertua. Jadilah kita berangkat ke South View Service Apartment tempat mereka tinggal. Bertemu Tom, Istrinya Poppy dan anaknya Picci yang lucu adalah super menyenangkan. Kami habiskan waktu ngobrol di apartemennya sambal membahas kuliner, keluarga, pekerjaan dan juga gossip artis Indonesia yang sekarang sedang happening. Aku pengen ngucapin terimakasih banyak untuk sambutannya yang hangat selama kami di Kuala Lumpur. Berharap suatu saat kita akan ketemu disana lagi atau Toms Family yang berkunjung ke Medan.

Malam terakhir di Hotel kita habiskan menyusun begitu banyaknya barang barang dan isinya adalah titipan hahahah…kita sudah beli bagasi Air Asia sebab akan tau bakal banyak bawa oleh oleh, dan sehari sebelumnya juga kita sudah beli tas segede kulkas ,khusus tempat oleh oleh. Malam itu tidur yang nyenyak sebab Sabtu pagi harus bergegas berangkat ke Bandara untuk kembali Ke Medan.

Ini adalah Bekpeker ke dua saya bersana Lia, Nadine dan Regan, setelah beberapa tahun lalu kami juga ber empat mengelilingi Singapura dengan konsep bekpekaran yang sama. Memilih konsep bekpekran tanpa ikut paket tour and travel adalah pengalaman seru. Bisa memanage waktu sendiri, menentukan tujuan yang kita mau, dan mungkin lebih hemat dari segi cost…tapi gak juga deng, gimana mau hemat, dikit dikit jajan, dikit dikit belanja hahahahah….

Dari bekpekeran juga bisa mengajarkan anak anak untuk mulai merencanakan perjalanannya, termasuk merencanakan untuk memenuhi celengannya. Sebeb sejak Februari hingga November, Nadine dan Regan punya celengan sendiri dari hasil sisa uang jajannya, kemudian mereka tukarkan dalam bentuk ringgit dan mereka boleh memutuskan akan membeli apa di sana. Jadi gak heran jika Nadine dengan pede nya bisa beli beli barang barang lucu yang dia suka, dan Regan bisa dua sampai tiga kali singgah di toko serba ada Sevel atau KK, hanya untuk beli kartu BoboBoy dan coklat kesukaannya.

Well, selamat merencanakan bekpekeran keluarga selanjutnya, mulailah mengintip promo Air Asia dari sekarang, kali aja kita bisa bekpekeran bersama di tahun twenty twenty,  dengan tujuan selanjutnya adalah Bangkok!

 

One thought on “Family Backpacker Kuala Lumpur

  1. aseeeek… seru yaaaa..
    lia jastiper wanna be.. ahahaha.. sabar bgt sih pap nad.. oya,nad makan steak kmrn dimana yak? katanya enak.. tp mehong.. xixixixix.. ada mutu ada harga donk ya..
    okey siiip.. ditunggu next story from bangkok ya.. ayo liaaaa jastipan lagi.. wkwkwkwkwkw…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *