Jangan Lupa Bahagia

Jangan Lupa Bahagia

Rasanya googling dan mencari tips dengan judul Kunci Sukses Mengarungi Rumah Tangga Jarak Jauh, adalah tidak belaku untuk seorang sahabat, Sahabatku yang bernama Mas Eka ini nyaris menghabiskan hari harinya diluar kota, tinggal jauh dari istri dan ke dua putrinya, mengumpulkan bahagia!

It’s undeniable… that we should be together…

It’s unbelievable how I used to say that I’d fall never

The basis is need to know, if you don’t know just how I feel,

Then let me show you now that I’m for real…

If all things in time, time will reveal…

Cerita berhenti sebentar, saat lagu BRIAN MCKNIGHT dengan Back at one nya berkumandang di tape mobil yang membawa kami menelusuri malam kota Batam. Volumenya tapenya digedein sedikit , ngikuti lirik lagu pun kita jabanin, rasanya memang kita punya selera musik yang nyaris sama, pun di judul judul lagu yang berbeda selalu sama.

Seminggu di Batam, darinya aku banyak belajar memaknai hidup berumah tangga, sadar betul hidup berumah tangga artinya adalah sebuah rumah yang dihuni bersama anggota keluarga, termasuk suami, istri dan anak. Melakukan kegiatan bersama dengan suasana hangat dan tanpa sekat. Idealnya…!

Mas Eka kehilangan separuh cerita keindahan itu, memilih tinggal terpisah dengan keluarga dan anaknya disebabkan oleh pekerjaan. Terpisah pulau bertahun tahun dilalui hanya dengan memanfaatkan libur nasional yang sukur sukur jatuh dihari Senin, cuti kantor atau libur hari Raya. Berpisah dalam hitungan hari, minggu bahkan bulan sudah menjadi hal yang biasa untuk Mas Eka, Jika harus memilih memang pilihan yang diambil sekarang bukanlah yang terbaik tetapi menjadi jalan terbaik untuk sebuah pilihan selanjutnya.

Oke..sebelum saya lanjutkan ceritanya, saya pastikan juga karena obrolan ini sangat menarik buat saya, sehingga cukup lama waktu untuk Ia bisa bercerita panjang tetang situasi ini, pun Ia tidak paham kalau ceritanya akan kutulis di sini sebab bisa menjadi pelajaran cukup berharga untuk para ayah-ayah diluar sana. ( tetaplah saya akan minta izin sebelum tulisan ini saya posting)

Mas Eka sangat terjadwal, kalender kepulangan ke Jogja tempat anak dan istrinya tinggal, selalu ter planning dengan baik, walau kadang beberapa kali meleset untuk pekerjaan pekerjaan yang sifatnya dadakan.

Terbiasa selalu pulang ke Jogja hari Jumat selesai jam kantor, tetapi harus kembali lagi ke Pekanbaru hari Minggu karena hari Senin sudah harus bekerja lagi. Dan rutinitas ini belum tentu dilakukan seminggu sekali, bisa dua minggu, tiga minggu, empat atau lebih.

Mas Eka and Family

Disisi sini yang menarik untuk saya bisa share adalah sebuah semangat, Semangat tetap membangun komunikasi yang super lancar dengan pasangan dan juga anak anak, sebab terpisah tanpa ada jalinan komunikas akan membuat terbentuknya jarak psikologis, dan jika ini terjadi siap siaplah untuk sebuah keadaan yang akan memudahkan munculnya serangkaian persoalan dalam hubungan, misalnya kecemburuan, salah pengertian dan “drama drama” lainnya.

4 Hal yang saya ingat, tindakan kecil serasa sepele versi Mas Eka untuk bisa tetap mempertahankan bahagia :

1.Memanfaatkan teknologi sosial media atau chat application untuk selalu terhubung dengan keluarga, khususnya dengan Istri. Tidak salah memfoto menu makan siang dan makan siang dengan siapa dan mengirimkannya ke sang Istri, sebagai pertanda kalau sesungguhnya Ia sudah makan siang sekaligus juga makan siang dengan orang yang tepat, ya dengan orang yang tepat!

2.Setiap ruangan utama ( ruang keluarga, ruang makan, garasi dan balkon depan rumah) dipasang camera CCTV oleh Mas Eka dan bisa dimonitor olehnya kapan saja. Biasanya bebertapa menit sebelum tidur disempatkannya untuk bisa melihat keadaan rumah melalui smartphone nya yang ter connect ke CCTV rumah di Jogja, virtual sekali memang, tapi rasanya nyaris seperti seorang ayah yang selalu memastikan keadaan rumah aman sebelum beranjak tidur. Ahh….cukup lama aku memperhatikan setiap sudut rumah Mas Eka melalui aplikasi yang entah apa namanya.

3.Fisik kedua putrinya memang di Jogja, tak bisa setiap malam mengajarinya mengerjakan PR sekolah dan mengelus rambutnya serta mengecup keningnya jika PR nya sudah selesai. Tetapi jarak bukan penghalang, setiap kali PR tersusah dari putrinya, guru terbaik adalah sang ayah. Dengan memanfaatkan teknologi skype tak jarang Mas Eka tiap malam berubah wujud menjadi Pak Guru yang secara sabar mengajari anak muridnya, ya putrinya sendiri. Apakah Ibu nya tidak bisa mengajari ? Sebab ini bukan masalah bisa atau atau tidak bisa, melainkan jauh diatas perhatian dan kasih sayang. Ah…dalam kali!

Mengerjakan PR Sekolah dengan Video Call

Jika Pekerjaan Rumah sudah kelar, Mas Eka juga sesekali memonitor labtop kedua puterinya dari jarak jauh untuk hal hal negatif yang tidak diinginkan. Bahkan tak jarang Ia menonaktikan labtop putri kesayangannya jika kedua puterinya tertidur lelap. Sekali lagi, saya tidak sempat tanya apa nama aplikasi monitoring jarak jauh ini. Sudahlah!

4.Mencari teman bergaul yang tepat. Memulai iseng dengan hal hal negatif pasti akan berkelanjutan, awalnya coba coba selanjutnya pasti akan tergoda. Kata kata “Kuatkan iman” memang terdengar klise, tetapi ini harus saya sampaikan, sebab tak sedikit orang diluar sana yang memanfaatkan keadaan, keadaan jauh dari keluarga.

Sekarang, setujulah kita untuk jangan lupa bahagia, pun jika bahagia itu berbentuk virtual sementara. Tetaplah menyimpan rindu sebab ini tak akan berlangsung lama, karena sukacita keluarga seutuhnya juga akan datang, jika saatnya tiba, bahagia kan bertandang. Tak terasa ngobrol, sudah jam 01.20 dini hari, waktunya tidur untuk pagi besok semangat bekerja. Masih panjang waktu di Batam dan masih banyak pekerjaan harus diselesaikan. Beberapa menit wajahku menerawang ke langit langit kamar hotel, membayangkan itu terjadi padaku. Bisa kah  aku hidup jauh dari keluargaku ? Mmmmmm…..Nanti akan saya jawab disini , jika suatu saat itu harus terjadi. Terimakasih Mas Eka untuk cerita hari ini, tetaplah menjadi Ayah yang baik!

Untuk saya, dan kalian ayah ayah diluar sana….

2 thoughts on “Jangan Lupa Bahagia

  1. Saat ini terasa banget ketika harus bekerja diluar kota jauh dari keluarga. Rindu yang tak bisa dibeli, tapi hrs dijalani…

    Belajar dari tulisan Bang Jimmy dan kisah Pak Eka, banyak hal yang bisa dipetik. Tapi 1 yang jadi focus saya “Komunikasi dan Perhatian Kepada Keluarga”.

    Nggak harus jauh juga, kalo dekatpun tapi bad communication. Tentu buruk juga jadinya.

    Begitu banyak yang terlena, bekerja diluar kota, merasa lebih hebat, sibuk, lupa keluarga, akhirnya hal negatif yang terjadi… Astagfirulloh.

    Thanks Bang Jimmy buat ceritanya di ceritajimmy hitz number one.

  2. Nice sharing .. hidup adalah pilihan. Pilihan untuk menjd ayah yg bijak. Tnyin dong aplikasi apa yg bs mantau jarak jauh nya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *