Bang Kow Dimana, Ngopi Yuk

Bang Kow Dimana, Ngopi Yuk

“Bang Kow Dimana, Ngopi Yuk”

“Yuk”

Wording chat seperti ini begitu sering masuk ke WhatsApp ku di jam-jam kritis sebelum jam lima sore. Begitulah sekarang, pelampiasan penat ada yang menggunakannya untuk kegiatan olahraga setelah seharian bekerja dan tidak sedikit pula yang meluapkannya dengan menyeruput secangkir kopi.

Tapi sebentar dulu, tulisan ini tidak membahas tempat-tempat Ngopi yang paling enak di kota Medan tempat ku tinggal, tetapi lebih membahas makna kata Ngopi yang semakin ambigu. Jangan lah langsung terbayang kalau ajakan Ngopi Yuk adalah sebuah ritual minum secangkir kopi dan bercanda haha hihi, bukan!

Punya teman yang lumayan banyak pecinta kata “Yuk ngopi”, saya jadi tertarik ingin menceritakannya serta perlahan memahami kebiasaan mereka. Coba perhatikan baik baik, mungkin saja kebiasaan teman saya ada juga yang seperti teman kamu dalam memaknai “Yuk Ngopi” :

Ngopi Jambu – Teman yang getol sekali ngajak ngopi, selalu memperlihatkan raut wajah suntukknya dan seolah olah nafsunya tingkat tinggi pengen ngopi, sebab baginya dengan ngopi akan bisa memberi semangat baru dan tenaga baru, tetapi setelah di warung kopi yang dipesan adalah juice alpukat, terong belanda dan keluarga juice lainnya.

Ngopi Serius –  Yah, namanya ngopi tak terpikirkan akan membahas hal hal yang menegangkan dan obrolan obrolan yang ingin segera menyelesaikan ritual ngopi, yaitu saat after office hours diajak ngopi oleh atasan padahal itu adalah ungkapan super tulus untuk ngajak meeting dan membahas pekerjaan pekerjaan yang masih ter pending. Serius!

Ngopi Cantik – Terus terang, timeline atau feed sosial medianya menggiurkan, banyak memposting foto foto secangkir kopi, mulai dari foto ala Drip Method (kopi yang ditetes tetes itulah), kemoderenan mesin espresso, hingga simpelnya kopi Instant. Sejujurnya mereka tidak coffee addict melainkan Pic of coffee addict. Please jangan tanya setelah proses foto selesai kopinya dikasih ke siapa. Ya di munum lah!

Ngopi Nyambi- Pecinta kopi ini sangat unik, kurang paham jenis kopi apalagi soal rasanya, tak perduli robusta atau arabica, Karena kalau tak adapun teh manis dingin juga tak apa, sebab tujuan utama adalah bukan ngopi melainkan WiFi.

Ngopi Nyasar – Pecinta budaya kopi nyasar ini paling banyak dijumpai, tidak salah mereka juga, sebab tempat ngopi yang mereka kunjungi juga bertebaran dimana mana, Ajakan Yuk Ngopi nya juga sering kelewat pede seolah olah memang lapar kopi. Bahkan sering dengan kata “Buruan” – Yuk Ngopi Yuk, Buruan lah. Biasanya teman saya ini ke warung kopi memesan ayam penyet, Ifu mie goreng dan tak segan segan minumnya pun nutrisari dingin atau es longan. Diakhiri dengan minum kopi ? ahh…bentar dulu, susu fanta soda sepertinya lebih menggoda!

Ngopi Lucuk – Fenomena budaya ngopi ini juga sekarang sedang mewabah, cewek cewek ABG cantik ber rok pendek, ber tas selempang, 20 an karet hijau, pink, kuning, orange menjadi gelang, smartphone keluargan terbaru tak lupa dipegang. Saya masih punya teman yang beginian.  Berbondong bondong ke warung kopi bukan untuk memesan kopi tapi karena atmosfer warung kopi yang lucuk. Ada kursi yang bisa jadi ayunan, tempat duduk dari drum bekas, meja dari mesin jahit hingga barang yang entah apa diatas langit langit. Pokoknya lucuk! Setelah haha hihi foto sana foto sini, tetap saja di bill pembayaran paling dominan smoothies dan es longan…..lagi.

Istilah diatas adalah murni dari pengamatan saya terhadap banyak teman di luar sana, untuk sebuah gambaran betapa ngopi itu adalah lambang kenikmatan pribadi lepas pribadi, bukan tentang rasa kopinya melainkan mindset dari kata Ngopi yang artinya kesenangan. Ngopi versi apapun kamu, Iya kamu tetap menjadi teman Ngopi ku dari masa ke masa, hingga kita nanti sama sama tau Ngopi sesungguhnya.

Sebentar WhatsApp ku dibalas teman saya :

“ Tapi ngopinya lu yang bayarin ya…” Fak!

3 thoughts on “Bang Kow Dimana, Ngopi Yuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *