Pada Bibir Aku Menemukan Bahagia

Pada Bibir Aku Menemukan Bahagia

Bukan hanya melulu bekerja, berkeliling ke satu daerah menyempatkan beberapa menit menyeruput secangkir kopi bagaikan sudah candu. Pertanyaan standar setibanya di satu kota adalah “Dimana tempat ngopi yang asik, tidak berisik kalau boleh klasik”. Teringatlah tempat tempat ngopi yang menurut saya terbaik tempat membeli kebahagiaan dengan uang recehan, dan akan aku ceritakan ke kamu sekarang.

Warung Kopi Ahen Lorong King – Bandar Lampung

Warung kopi super sederhana yang berada di lorong sebuah pasar. Untuk duduk di kursi warung kopi ini pun butuh perjuangan, selain tempatnya yang sempit, jumlah meja dan kursinya juga tidak banyak. Warung kopi yang berdiri tahun 1947 ini sudah 3 generasi keluarga yang mengelola.
Warung Kopi ini terletak di Lorong King, sebuah pasar tradisional di kota Bandar Lampung. Buka jam 6 pagi hingga jam 3 sore dengan menu andalan nasi uduk yang aku bilang rasanya juara umum tingkat provinsi. Aku suka kopi Lampung plus susu yang khas diramu.
Banyak orang penting dan petinggi kota yang selalu ngopi dimari, tak bisa berlama lama, sebab kadang saat kita ngopi sudah ada yang mengantri…ah begitulah aku terlalu perasa, jadi tak enak hati melihat banyak yang berdiri, ngopi pun harus segera diakhiri.

 

Sekarang, tak hanya ingin menghirup udara pegunungan yang segara sebagai alasan untuk berkunjung ke Berastagi, menghirup aroma dari sebuah warung kopi bernama Biji Hitam pun bisa dilakukan setelah seharian berkeliling menikmati indahnya panorama Karo. Mengandalkan google map aku tiba di Biji Hitam, sebuah cafe mungil namun artistik yang berlokasi di Jalan Kolam Renang kota Berastagi, Sumatera Utara. Berjalanlah pelan pelan, sebab kamu tak akan menemukan pamplet besar papan nama café, hanya tulisan kecil yang menjorok kedalam. Biji Hitam!

Dipojok sana ada sepasang kekasih yang bercakap cakap tentang pengalaman naik kuda menelusuri kota Berastagi dan serunya memetik buah strawberry. Sementara aku hanya ingin menyeruput kopi 30 menit saja disini, sendiri. ( statement terakhir ini gak penting)

 

Rimbun Kopi – Padang

Hari pertama kuputuskan untuk menghabiskan malam di warung emperan yang khas menjual kopi milo, sajian minuman yang katanya menjadi primadona di kota Padang. Tetapi hari kedua, soreku kuhabiskan di sebuah warung kopi yang aku tau dari Instagram. Rimbun Kopi, kedai kopi yang terletak di jalan Mangunsarkoro kota Padang.

Duduk di sisi teras luar Rimbun Espresso and Brew Bar adalah kenyamanan, bisa melihat jalanan kearah depan, bisa melihat pengunjung warung yang lalu lalang, untuk membuktikan cewek padang emang pantas untuk disayang. Halah!

Bertandang ke Rimbun bukan hanya disajikan kopi lokal dari Sumatera Barat, tetapi juga akan disambut dengan set up warung yang sangat familiar. Begitu masuk kedalam warung langsung berhadapan dengan mesin roasting kopi. Sambil duduk di coffeebar disisi depannya, nikmatilah aroma kopi yang bau terpanggang dan wanginya hingga keluar buatku tak cepat pulang.

Kopi Kuli – Belitung

Disebuah warung kopi didalam Museum Kata Andrea Hirata aku merasakan bagaimana meminum kopi disebuah dapur yang disulap layaknya warung.
Warkop Kupi Kuli, begitulah tulisan di papan yang tertempel pada dinding di dapur ini. “ Ibu, boleh saya yang menyeduh kopinya “ mintaku pada seorang ibu yang menjaga warung ini.

Pilihan menu kopi disini gak ribet, tak ada goresan goresan latte art ataupun sirop super wangi, yang ada hanya lapisan susu kental manis yang diaduk manual. Tak terasa aku menghabiskan dua cangkir kopi sekaligus dan 3 gorengan juga 1 bungkus kacang yang disajikan pada sebuah keranjang. Satu sore yang maksimal nikmatnya bisa ngopi,bercakap cakap sambil dihibur musik akustik lagu laskar pelangi oleh sekelompok anak muda Belitung di sudut warung.

Begitulah, pada  bibir cangkir kopi aku menemukan bahagia walau kadang sejujurnya hanya untuk menghibur jiwa agar terlihat kuat aja dari beban kerjaan yang ada atau mungkin untuk bahan postingan belaka. Sudah aku duga…..

Eh sebentar, kalau mau jadi member juga sesimple ini, klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *