Tertidur di Malaysia

Tertidur di Malaysia

Tasya               : Hay Bang Jimmy, Natasya dari Tourism Malaysia, Saya telpon ke HP bang Jimmy gak dijawab,   ada yang ingin saya tanyakan, Tq

Jimmy              : Ya Maaf, saya baru bangun, lagi tidak fit ( jam 10.45)

Tasya               : Boleh Saya Telpon ?

Jimmy              : Silahkan mbak ( kekamar mandi, basuh muka, dan test test suara agar terdengar semangat)

 

Sepenggal chat WhatsApp ku dengan seorang wanita, sebutlah namanya Tasya, yang bekerja di kedutaan Malaysia untuk Medan. Ajakan untuk berkeliling ke Malaysia adalah isi chat yang super panjang selanjutnya.

Tahun lalu hanya bisa melihat postingan beberapa teman atas keseruan meng explore Malaysia, dan tahun ini aku berada didalamnya. Sebuah perhelatan besar berkumpulnya puluhan Blogger dari berbagia negara di ASEAN untuk sebuah acara yang dinamakan Asean Media Blogger Tourism Hunt 2017 ( AMBTH). Gawean Malaysia Tourism Board ini dikemas dengan apik berkonsep hunting menelusuri kawasan wisata di Malaysia. Pelaku pariwisata lain pun ikut membantu berjalannya acara ini, seperti penerbangan, hotel dan objek wisata yang akan kita kunjungi disana.

Konsep yang diusung kali ini bukan hanya soal hunting, tetapi juga soal driving, kok bisa ? sebab untuk mencapai satu tempat ke tempat yang lain, kita di “modali” satu unit kendaraan roda empat,  berdua dengan teman dari Pekanbaru merasakan menaiki mobil sedan Proton, nyetir sendiri, isi bahan bakar sendiri, tapi gak pakai uang sendiri hahaha…Proton preve series dengan plat ASEAN XV 232 adalah teman selama enam hari di Malaysia. Beratus ratus kilometer kita tempuh, tak sempat melihat berapa jaraknya pun, yang penting nyetir aja terus agar tidak berpisah dari puluhan mobil pawai lainnya, wong sudah konsentrasi saja kita masih nyasar keluar arah saat perjalanan menuju Batu Cave. Lewat dari rute yang seharusnya sejauh 200 meter dan kami pun berhenti dan terdiam. Sebab melanjutkan perjalanan dengan arah yang salah adalah sebuah kecerobohan untuk kami yang baru pertama kali menggunakan jalan Tol di sana. Membuka aplikasi Waze adalah pilihan, mengetik kata Batu Cave yang terkitik pun Batu Cafe hahahah…ah lupakan! Jalan terbaik adalah berjalan mundur 200 meter untuk bisa bertemu persimpangan jalan menuju Batu Cave yang sesungguhnya. Apa jadinya berjalan mundur 200 meter di tengah jalan Tol ? hanya kami berdua lah yang tahu bagaimana setiap orang yang lewat melihat keanehan ini hahahah….

Berkendara dari objek wisata yang satu ke objek wisata lainnya di beberapa negeri di Malaysia adalah sesuatu hal yang mengasyikkan, Jalan yang super luas dan mulus, lewat terowongan, hutan dan gunung, sebuah pemandangan yang sepertinya sudah ditata dengan baik oleh pemerintahan Malaysia. Jika lelah pun ada banyak tempat pemberhentian untuk sekedar ke toilet, tempat makan dan supermarket kecil.

Hari pertama di Malaysia dihabiskan waktu di Matic ( Malaysia Tourism Center) Kuala Lumpur untuk  test drive dan briefing membahas do and don’t selama kita mengikuti (AMBTH). Sambil menunggu waktu check in hotel, makan siang dulu sekaligus menyaksikan beberapa pagelaran tarian dari berbagai negeri di Theater Matic. Kok aku suka tempat ini! Menginap di Pullman Hotel Kuala Lumpur sebuah hotel yang berada di jantung kota Kuala lumpur. Setelah selesai dinner, Dan aku pun tertidur……..Zzzz…ZZ…

Tertidur Di Dataran Merdeka
Tertidur Di Dataran Merdeka

Dataran Merdeka

Saat terbangun keesokan harinya, aku sudah berada di Dataran Merdeka, Tempat ini sepertinya menjadi tujuan utama jika berwisata keliling Kuala Lumpur, tak heran jika lapangan ini ( kalau di Indonesia menyebutnya alun alun) menjadi pusat untuk hunting foto dengan background bangunan-bangunan kuno. Banyak bangunan tua bersejarah mengelilingi lapangan ini, tak sempat mengunjungi satu persatu sebab permainan games hunting dari panitia Tourism Malaysia dimulai sejak dari sini, jadilah kami berlari kesana kemari diharuskan selfie sana sini setelah selesai, menyadari mengapa kami se narsis ini padahal banyak wisatawan yang melihat keanehan kami, ah tapi sudah lah…

Perjalanan selanjutnya adalah menuju Batu Caves, bagaimana cerita perjalanan di jalan raya Kuala Lumpur menuju Batu Cave, sudah lah ya sudah baca sepenggal cerita diatas betapa nyasar itu memalukan!

BATU CAVE

Tempat peribadatan umat Hindu ini juga menjadi tujuan wisata dari berbagai negara, dari kejauhan sudah banyak ratusan kendaraan yang parkir di halaman yang super luas untuk bisa menyaksikan indahnya bukit batu dan patung Dewa Murugan yang tingginya hingga 43 meter. bagus banget!

Hanya butuh beberapa menit saja dari kota Kuala Lumpur menuju sini, kami sudah disambut ratusan burung dara yang dipelihara bebas dan menjadi salah satu atraksi natural tempat suci ini. Di ujung sana ada kuil utama dengan melewati 272 anak tangga, jika kondisi fisikmu fit, mendakilah, jika tidak foto fotonya dari bawah sajalah hahahah…Dan satu lagi  perlu aku ingatkan buat kamu wanita, jangan mengunakan celan pendek untuk bisa masuk ke kuil ini, jika harus terpaksa, ada penyewaan kain penutup di bibir awal tangga tapi sayangnya aku tak sempat bertanya kita harus bayar berapa. Tak jauh dari patung Dewa Murugan ternyata juga ada gua lain yang tidak kalah keindahannya, banyak patung dengan permainan cahaya warna warni disana. Berlari kesana dan kesini, selfie sana dan sini juga dilakukan disini untuk sebuah kompetisi. Ah…sangkin fokusnya dengan games, kadang kami lupa untuk berfoto, betapa bodahnya kami hahahha. Perjalanan dilanjutkan ke Ipoh, makan malam di lokal restoran India disana dan bermalam di Ipoh.

Tertidur Di Batu Cave

KUALA KANGSAR

Ada apa di Kuala Kangsar, adalah pertanyaan dalam benak saat nyetir pagi  keesokan harinya menuju tempat ini. Tibalah disebuah desa wisata yang dikelola dengan baik oleh pemerintah kerajaan Perak Malaysia. Homestay Labu Kubong nama tempatnya. Disambut dengan tari tarian khas daerah sana kami pun berkumpul di depan homestay sambil bergegas berganti celana pendek sebab akan turun kesawah hahah….tiba tiba naluri anak petani aku keluar.

Berjalan di pematang sawah beriring iringan, menggunakan celana pendek dan kain sarung yang kami bentuk dengan berbagai gaya. Saat masuk kesebuah desa yang terasa adalah memang suasan kampung dengan bangunan-bangunan rumah khas daerah, jalanan kecil tertata bersih dan baik. Perjalanan berhenti disebuah tempat peternakan lebah, memanen madu hingga mencicipinya. Lebah disini sangatlah beda dengan lebah kebanyakan, bentuknya kecil dan sarangnya pun diletakkan di sisi batang-batang pohon, Dan ini unik. Saat itu aku tidak merasakan madu yang kami panen, sebab pada dasarnya aku sudah manis…( sebuah candaan yang crispy).

Tertidur Di Sawah Labu Kubong

 

Berjalan sedikit dari peternakan lebah, kami mencoba belajar menyadap karet. Aha..perjalanan yang melelahkan ditengah terik matahari, dengan menggesek gesek tangan ke pohon karet, Taraaaa…keluarlah minuman kaleng dingin untuk kami minum dan nikmati, terima kasih panitia yang selalu tau apa yang kami mau.

Saat yang ditunggu tunggu adalah bermain di sawah, sebuah permainan yang menggunakan media pelepah pinang dan disebut main Tarik Upih. Setiap kelompok ada dua orang, seorang menarik yang lainnya yang duduk di pelepah. Ini dilakukan di atas lumpur sawah. Bayangkan betapa susahnya permainan ini hahahah…coba intip instagram @tourismhunt.my dan temukan wajah wajah indah kami saat bermain lumpur disana.

Nyebur di kali tengah sawah adalah pilihan selanjutnya, berkemas untuk mandi di air bersih yang disediakan di depan homestay. Setelah makan siang dengan menu khas daerah ini, perjalanan kami lanjutkan ke Labu Sayong, sebuah tempat kerajian tembikar yang proses pembuatnnya bisa kita saksikan sendiri. Sore hari kami kembali ke Hotel di Ipoh. Karena masih terang benderang, aku sempatkan berjalan menelusuri jalanan kota Ipoh untuk melihat beberapa bangunan-bangunan heritage untuk stock foto instagram ku halah! Dinner dan kembali ke Hotel, Dan aku pun tertidur……..Zzzz…ZZ…

Ini tidur beneran ( besok bangunnya kemana? Tunggu tulisan selanjutnya)

 

 

3 thoughts on “Tertidur di Malaysia

  1. wowww seru ceritanya di negeri Jiran Malaysia…good…nice … ditunggu cerita yg berikutya yaa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *